Arsip Kategori: Selingkuh

Gara2 Butuh Uang, Aku mencari Pria yang Mau Ngentot Bersamaku

Sebut saja aku Diana. Umurku 19 tahun dan aku kuliah di salah satu universitas terkenal di Jakarta. Aku akan menceritakan dilemma yang kuhadapi gara-gara kekurangan uang untuk biaya kuliah, aku pun melayani nafsu para lelaki hidung belang, bahkan wanita lesbi/biseks pun kulayani demi mendapat uang.
Kisahku ini berawal pada saat aku kekurangan uang untuk masuk ke perguruan tinggi ternama di Jakarta. Aku berasal dari sebuah kota kecil di luar Pulau Jawa. Orangtuaku kesulitan dalam membiayaiku. Padahal aku benar-benar menginginkan pendidikan gelar sarjana itu. Aku sudah berusaha mencari beasiswa, tapi sulit sekali. Aku cuma mendapat diskon uang pangkal, padahal biaya untuk merantau di luar kota dan biaya per semester tidak sedikit. Namun, karena kegigihanku, aku memutuskan untuk terus berjuang kuliah. Aku punya keyakinan bisa mencari kerja part time atau beasiswa saat kuliah.
Semester pertama aku kuliah masih baik-baik saja. Saat kuliah memang ada kesulitan biaya tapi masih bisa kuatasi, tapi saat memasuki semester kedua, aku benar-benar terpuruk, aku tak dapat kerja, perlu perlengkapan kuliah dll. Sampai suatu saat,, aku sedang surfing ke internet mencari materi tugas kuliah, tanpa sengaja masuk ke situs porno. Kulihat-lihat di sana banyak pria hidung belang yang membutuhkan teman kencan dan bersedia memberi bayaran. Kupikir iseng-iseng kutulis no telpnya. Siapa tahu saat terdesak bisa terpakai.
Dua minggu berlalu, aku belum bisa memperbaiki situasi keuanganku. Orangtuaku tak pernah kuhubungi. Aku tak mau mereka cemas, padahal mereka sendiri susah mencari uang. Jadi, mau tak mau aku memberanikan diri mengirim sms kepada pria tersebut, umurnya 27 tahun. Namanya Adit.
Singkat kata, kami pun ketemuan, wajahnya mirip actor Risky hanggono, hanay saja ia lebih hitam, katanya sih ada keturunan Arab. Kuutarakan permasalahanku. Ia hanya tertawa. Ia berjanji akan membiayai keperluan kuliahku kalau aku mau tidur dengannya. Aku agak ragu. Ku tawari dia bagaimana kalau kencan saja. Tapi ia tak mau, ia maunya ML denganku.
“Tapi, aku masih perawan.”
“Beneran? Hari gini susah cari perawan.”
”Bener.”
“Kalo kebukti lo perawan, gw rela ngasih dobel buat lo!”
“Tapi..” aku ragu.
Adit pun mengeluarkan segepok uang dari tasnya. Wow! Uang itu cukup untuk membeli keperluanku. Karena sudah putus asa, akupun bersedia melayaninya.
Malam minggu itulah aku merelakan keperawananku untuk Adit. Kami masuk ke sebuah hotel, di sana kami pun check in. Saat masuk kamar, aku sempat berubah pikiran, tapi mendapat serangan ciuman bertubi-tubi dari Adit membuatku tak berdaya. Mulutku dihisapnya. Lidahnya menyapu seluruh permukaan mulutku. Sementara tangan Adit telah meremas-remas pantatku. Aku mulai terangsang.
Dalam hitungan detik, Adit sudah telanjang bulat. Tubuhnya kekar berbulu. Sementara ******nya sangat besar, sekitar 20cm dengan diameter 5 cm. Aku jadi takut. Adit malahan tersenyum. Ia mulai membuka kaos dan celanaku. Sekarang aku hanay memakai BH dan CD.
Diremas-remasnya payudaraku yang masih terbungkus BH. Ia pun memasukkan tangannya ke CDku.
“Punyamu lebet ya?”
Aku begitu malu,, hanya diam saja.
Akhirnya BH dan CD ku dibukianya. Kami sudah sama-sama bugil. Ia menggendongku menuju ranjang. Di sana ia menindih tubuhku.
Ia kembali melumat bibirku, loidah kami saling berpagutan. Jujur sajua aku tak terbiasa tapi demi uang akupun mulai berusaha menikmatinya. Setelah puas berciuman, ia menjilati leherku. Dijilatinya payudaraku dengan lembut . Aku mulai melayang. Dihisapnya putting coklatku sambil diremas-remas membuat putting susuku menegang. Tak lama, ia menempelkan k******nya ke payudaraku. Setelah itu ia menempelkan ******nya ke memekku. Disentuhnya klitorisku dengan ****** besarnya. Aku benar-benar tak kuat saat ia menggosok-gosokkan ******nya ke daerah paling sensitifku.
Akhirnya, memekku sudah sangat basah. Adit mulai memasukkan ******nya ke memekku. Aku benar-benar kesakitan saat kepala ******nya masuk.
“Dit, ampun.. jangan. Sakit!”
“Tenag aja. Memek lo sempit, enak. Gw bayar dobel buat memek perawan kayak lo. OK!”
“Sakiit..! Ouch…..Oh…!” raungku sambil menarik sprei menahan sakit.
“awalnya emang seret, lo tahan ya.” Adit melumat bibirku algi, supaya aku tak berteriak kesakitan.
Dan tiba-tiba “Blesh!” ******nya pun masuk ke memekku. Kurasakan selaput darhku pasti sudah robek. Aku pun menangis. Melihatku menangis, Adit tak berhenti, ia justru makin liar. Memekku digenjotnya begitu liar dan cepat. Payudaraku disedot olehnya membuat aku terdiam. Aku mulai merasakan tanda-tanda orgasme.. 5 menit kemudian “CROT! CROT!” Aku pun orgasme untuk pertama klalinya.
Adit makin bernafsu emlihatku sudah orgasme. Ia membalikkan posisi, sekarang aku berada di atas, aku disuruh menjilati dadanya yang berbulu. Aku jijik tapi kepalaku didorongnya sampai menyentuh dadanya. Dengan terpaksa, aku mmulai menjilati dadanya. Aku sangat takut kalau disuruh menjilati ******nya. Aku pasti tak sanggup. 10 menit kemudian, tubuh kami sama-sama mengejang, akupun orgasme lagi. Ia melepaskan ******nya dan membalikkan tubuhku ke bawah. ******nya diarahkan ke payudaraku Spermanya membasahi dadaku, Adit menjilati seluaruh sperma nya setelah itu ia berbaring sambil memelukku. Sekilas kulihat darahku menempel di sprei. Aku jadi kesal dengan diriku yang begitu rendah. Esok paginya kami main 1 ronde lagi. Memekku jadi sakit dibantainya. Sebelum check out, kami mandi kucing. Aku disuruh nungging di kamar mandi dan ia menyodomiku.
Setelah itu kami saling menyabuni tubuh pasangan. Setelah puas, aku dibayar 2 juta olehnya. Aku cukup terkejut melihat uang sebesar itu. Sejak itu, aku makin tenggelam ke dunia sex, bahkan cewek-cewek lesbian/biseks pun kulayan

Iffa Bini Orang (Ngentot Dengan Isteri Orang)

Hampir dua tahun aku memendam rasa untuk memiliki bini kawan aku nie.Aku juga dah kawin tapi entahla sejak 2 menjak nie aku rasa cipap bini dah tak power.Sekarang taste aku ke arah bini kawan aku ini.Kami selalu berjumpa di majlis-majlis keramaian atau bila kami kunjung mengunjungi kerana aku dan suaminya satu pejabat.Koteku sentiasa tegang bila menengok dia especially masa dia pakai t-shirt. Aku yakin dia perasan yang aku memang selalu memerhatikan dia. Tapi kami tetap berbual mesra sebagai kawan. Pada hari yang bersejarah itu, aku terasa malas nak kerja so aku ambik MCdan lepas tu aku berjalan-jalan di sekitar K.L. Tetiba aje aku terserempak dengan dia (Iffa) small world kata hatiku,tika itu aku lihat Iffa muram aje.Kami berbual-bual tetapi mata aku tak dapat lari dari memandang teteknya, walaupun dia berpakaian blouse dan skirt.Kami berjalan-jalan dan aku berjaya membuat dia ceria dan tertawa.Kami makan di Kenny Rogers,dan waktu tu tak ramai orang.Setelah beberapa lama aku semakin berani memuji dia dan bertambah berani lagi bila aku kata aku dah lama minat kat dia.Iffa tersenyum dan menjawab “Iffa tau, pasal abang selalu pandang Iffa,bukan pandang muka aje kan?” “Iffa tak marah ke abang pandang macam tu?””Tak, itu kan hak abang”Iffa panggil aku macam panggil suami dia,itu sudah bagus.Perbualan kami bertambah daring, walaupun aku tak berapa ingat secara detail, perbualan kami berkisar sekitar sex.Iffa kata dia tak berapa puas dengan laki dia dan mungkin laki dia ada hubungan dengan perempuan lain.Memang pun laki dia ada perempuan lain, laki dia sendiri bagitau aku.So bila dia tau aku memberikan tumpuan pada dia,dia seronok.Akhirnya nafsu yang kuat memaksa aku berkata”I want you Iffa,I wanna fuck u “. Dan kerana nafsu yang kuat jugalah Iffa menjawab “Tak kan lah di sini pulak” sambil mengenyit mata dan menguntum senyum yang sungguh menggoda. Peh ini sudah bagus kami pun pergi kesebuah hotel dipinggir ibukota. Tiba di dalam bilik,kami tidak bercakap sepatah pun.Dari berpegangan tangan,kami berangkulan kemas, bibir bertaut. Rangkulan kemas aku longgarkan agar tangan aku dapat merayap ke dadanya dan meramas-ramas teteknya.Sah tetek dia memang besar. Merasakan dia hampir terjatuh,aku merebahkan Iffa ke atas katil.Aku berjaya menanggalkan blouse dan skirtnya. Coli merah bercangkuk depan bagai menggamit aku. Aku tanggalkan. Aku hisap. Aku tak ingat berapa lama aku menikmati teteknya, yang aku ingat teteknya memang seperti yang dijangka ditambah dengan kesedapan air susu yang keluar, aku telan terus (masa tu dia masih menyusu anaknya).Aku tanggalkan pakaian aku tetapi aku tak nak masukkan terus dalam pantat Iffa.Aku mesti puaskan Iffa coz aku nie yang jenis tak tahan lama kalau orang tu aku minat,aku mula menjilat cipapnya tapi tak lama coz aku rasa loya kalau jilat lama-lama,tak sampai 2 minit,Iffa menjerit kegelian, sambil menarik-menarik rambutku minta aku berhenti. Namun aku tetap berdegil meneruskan jilatan dan nyonyotan kelentitnya agar Iffa betul-betul puas. “Abang, Iffa tak tahan, please fuck me”. Perlahan-lahan aku masukkan batang aku kedalam pantat Iffa. Maka bermulalah pelayaran ini,ketika pelayaran ini air bergelombang bergelora kami bergulingan diatas katil sambil aku menujah dengan laju kote kedalam cipapnya agar kami sama2 sampai kepuncak klimaks maksima,suara Iffa jangan cerita la sampai aku pun tak paham apa yang Iffa cakap,apa yang aku dengar sedap,tu aje yang aku paham,ahkirnya klimaks sampai sama,air aku terpancut ke dalam cipapnya,Iffa kejang kepuasan teramat sangat,aku pun sama kepuasan Dah puas, kami terbaring kepenatan.Ada dekat sejam kami belayar,peh penat cakap Iffa.Perlahan-lahan Iffa bangun menuju ke bilik air.Aku mengikutinya masuk ke bilik air. Iffa dah membalut tubuh dengan towel. Aku tanya dia “Iffa menyesal?” Iffa kata taklah sedap,lagi bagus dari suaminya.Lega hatiku bila Iffa berkata demikian lalu aku mengucup erat bibirnya.Aku tau dia nak lagi. Iffa berlalu keluar dari bilik air,lepas rehat dan makan kami fuck lagi,kali aku buat lubang baru lak,aku pecahkan lubang buntutnya pula,Iffa cakap sedap berganda kerana dua lubang dikorek serentak,lubang buntutnya dikorek oleh koteku manakal lubang cipapnya dikorek dua jariku,mau tak sedap Iffa meraung kesedapan kenikmatan,sudah lama aku nak buat macam nie,kini hajat ku tercapai,puas. Selepas peristiwa dihotel itu kami sering berjumpa dan apabila kami berjumpa seperti biasa kami fuck dan dalam fuck tu aku mesti main buntutnya sekali,Iffa tak membantah dia jadi ketagih lak kalu aku tak main buntutnya,lepas main cipapnya puas-puas aku main buntutnya pula,aku pula kini dah tak loya lagi dalam bab jilat-menjilat cipap nie malah air bekas jilatan aku tu,aku minum habis sedap tu.Dulu Iffa tak penah kena jilat sebab laki dia kata kotor lagi satu Iffa tak penah hisap kote sebab laki dia tak kasi kotor katanya.Mungkin sebab nak membalas jasa aku menjilat pantat dia, Iffa rela belajar menghisap kote aku, walaupun pada mulanya dia agak kaget tapi ahkirnya dah expert ajaran aku nie,Iffa sekarang dah pandai meminta aku menjilat pantatnya lagi,dah pandai segalanya,selalu dia minta aku memuaskan dia sampai dia sendiri minta berhenti.Lepas tu kami fuck dengan pelbagai posisi. Kali ni aku bertahan lebih lama. Dia kata dia cum banyak kali.Kali terakhir kami fuck hari tu ialah bila kami dah siap berpakaian dan nak keluar dari bilik. Dekat pintu bilik, kami berkucupan, berpelukan dan kami sukar untuk berpisah. masing-masing nak lagi. Akhirnya aku londehkan seluar aku sementara dia tanggalkan seluar dalam dia aje.Kami fuck standing position dan pancut dalam.Iffa gunakan seluar dalam dia lap air mani di cipap dia dan juga kote aku.Seluar dalam tu aku campak kat dalam tong sampah dekat lif.Iffa balik tak pakai seluar dalam. Kami ketawa dan berpelukan sementara menunggu lif. Selepas tu, tiga minggu aku tak jumpa atau call Iffa.Aku ingatkan aku buat salah apa-apa dengan dia.Rupanya tidak,malah dia juga gian nak jumpa aku cuma kebelakangan ini suaminya asyik ada kat rumah sahaja,sebab tu dia jarang keluar. Suatu hari suaminya menjemput kami sekeluarga makan malam dirumahnya,inilah peluang aku berjumpa dengan Iffa setelah tiga minggu aku tak berjumpa dengannya,ketika kami sampai dirumah Iffa,aku tengok Iffa makin cantik,tak tahan aku tengok Iffa rasanya kat situ juga aku nak fuck dia tetapi kerana hormatkan suami Iffah yang juga kawan baikku,aku rilek aje,ku tahu Iffa pun gian juga koteku ,tika itu kami hanya mampu tersenyum ajelah,lalu aku cari peluang nak ringan-ringan dengannya waktu itu,tetiba aje bini cakap dia nak kebilik air kejap dan suami Iffa naik atas,aku tahu la suami dia naik atas biliknya nak check e-mail ,bukan aku tak tahu suaminya pun ada awek cyber,pasal tu bila Iffa minta main dia cakap penat la,mau tak penat dia dah ada cipap simpanan macam aku juga tapi aku kalau bini aku minta ,aku mesti bagi punya ,saja tak nak bini syak,banyak hal peribadi diaorang suami dia cerita kat aku tu pasal le aku tahu kelemahan Iffa ,ini peluang baik aku mesti tak lepaskan. Masa tu pula anak aku bermain-main dengan anak yang sulong kat halaman rumahnya sementara anak yang bongsu kecik lagi. Aku pun menghampiri Iffa dan memegang bahunya, dia nampak gementar. Tapi dia tak kata apa-apa. Aku kata ” I miss you Iffa”. Dan dengan perlahan dia jawab “I miss you too”. Betapa leganya hati ku ini. Tanganku semakin berani merayap ke bawah sampai ke pinggulnya. dia tersenyum. aku dah tak tahan, aku sentuh dagunya dan mendekatkan bibirku ke bibirnya. Kami berkucupan erat dan berpelukan. Tanganku seperti biasa merayap ke teteknya. Di waktu yang sama anak kecilnya menangis. Puas dipujuk, masih tak berhenti. Iffa tau dia nak menyusu. Aku masih ingat peristiwa itu. Iffa memandang tepat ke arah aku, sambil tangannya menyelak baju t-shirtnya seolah-olah dia mahu aku melihat dengan jelas. Bra putihnya diselak ke atas, menampakkan dengan jelas teteknya yang ranum. Nyata sekali dia mahu menunjukkan teteknya itu kepada aku bila dia sengaja mengambil masa untuk menyuapkan puting teteknya ke dalam mulut anaknya. Aku tersenyum geram, dan Iffa membalas manja menghairahkan dengan gaya tangan menghisap koteku. Aku menghampiri Iffa dan tanganku meramas teteknya yang sebelah lagi. Iffa kata “jangan bang, not here”. Tapi aku degil, aku terus meramas, sambil aku tau Iffa sukakannya. Aku kucup bibirnya lagi. Masa tu aku dah tak kisah apa. tanganku terus merayap kebawah baju dan branya, memainkankan putingnya. Tanpa berkata apa-apa aku dekatkan mulut aku ke tetek Iffa untuk menghisap, Iffa cuba membantah, tapi tak berupaya. Aku sempat menyonyot beberapa kali dan menelan susu Iffa. Tiba-tiba anak aku memanggil aku minta aku tolong sesuatu. Pantas aku berhenti, membetulkan baju Iffa dan pergi mendapatkan anak aku. Nasib aku memang baik, kerana diwaktu yang sama bini aku keluar dari bilik air. Selepas itu kami tidak berkesempatan lagi untuk mencuba di situ, sebelum balik aku sempat membuat isyarat supaya Iffa call aku esok. Esok aku menerima panggilan Iffa melalui handphone. Kami berbual panjang. Iffa kata pada mulanya dia memang nak call aku tapi line tak clear,Iffa cakap dia semakin rindu dan gian kat aku. Dipendekkan cerita kami merancang untuk berjumpa lagi di hotel yang sama masa kami jumpa mula-mula dulu. Di hari yang dijanjikan aku keluar kerja macam biasa tetapi yang sebenarnya aku cuti hari tu,bini aku ingat aku pergi kerja . Aku sampai di bilik hotel lebih kurang jam 11 pagi. Lebih kurang jam 11.30 pagi bilik aku di ketuk. Ku buka pintu itu alu ku tarik Iffa sambil menutup pintu lalu aku peluk dan kucup dia. Tapi cakap dia nak kebilik air dulu,tetiba hand phone ku berbunyi,hal pejabat potong betul la ,bila urusan pejabat selesai,aku letak hand phone aku atas meja,aku lihat Iffa sudah berdiri dekat katil. Dengan wajah menggoda dia menanggalkan butang baju blousenya satu persatu. Mula-mula bajunya, skirtnya, branya dan last sekali seluar dalamnya. Aku lihat semua tu bagaikan keseronokan padaku, keras koteku dibuatnya bini aku pun tak buat macam tu . Iffa berdiri dengan gaya manja menunggu aku berbogel,lalu aku bogelkan diriku dengan pantas dan berbogellah aku dengan koteku tegang 90%. Selepas melakukan rutin biasa berpelukan, berciuman, raba meraba, hisap-menghisap, Iffa berbisik “abang, boleh tak abang jilat? please” ku tahu Iffa dah gian minta dijilat,masa tu aku tau cipap dia dah basah lenjun, tapi aku dah bersedia untuk itu, aku dah ketagih nak minum air cipapnya,Iffa cakap aku orang yang akan diingatinya sepanjang masa kerana jilatan ku pada cipap nya tiada bandingan,akulah penjilat paling hebat buat Iffa,siapa pengajarnya cipapnya juga, aku pun jilatlah cipap Iffa, sampai dia merengek minta berhenti dan menarik rambut aku. Kemudian kami tukar posisi 69 ,ku dengar srup srupppp dari mulut Iffa menghisap koteku,sudah pandai Iffa hisap koteku,naik juling mataku menahan kesedapan akibat hisapan koteku oleh Iffa ,aku kemudian kembali membaringkan Iffa dan memasukkan koteku aku ke dalam cipapanya. Sambil mengenjut, aku cium keseluruh muka dan tengkuk dan sesekali menghisap teteknya,dan macam biasa kami sesama tikam-menikam dan bertukar 2-3 posisi sampai kami sama klimaks,tika itu suara Iffa macam-macam ku dengar uuuuuhhhhhrrrrggghhhh ssssssseeeeeeeeeedddddddaaaaaaappppppnnnyyyaaaa ” I’m going to cum”. Iffa cakap sambil memautkan kakinya dipinggang aku, minta aku pancut dalam.Kami sama-sama puas,aku pancut dalam,dibuatnya Iffa subur waktu itu mengandung la Iffa anak aku.Kami ketawa bersama tanda puas. Berkucupan, berpelukan. Iffa masih belum mahu melepaskan kakinya, walaupun koteku aku terasa amat geli di cipapnya. Akhirnya kami berbaring, tanpa mahu menutup tubuh kami. Kami berbual. Iffa cakap “thank you for the great fuck. Iffa betul-betul puas.” Aku kata “It’s a pleasure to fuck you, sayang”. Selang sejam setelah kami tertidur kepenatan kusedar dan ku lihat Iffa merayap ke koteku aku, Aku tau dia nak lagi. Iffa menjilat-jilat tetek aku, dan beransur ke perut aku. Sebelum sempat dia sampai ke koteku, aku kata aku perlu basuh kotneku aku dulu. Lalu aku ke bilik air dan basuh. Sekembali ke Iffa, dia dah siap melutut di lantai menanti koteku aku. Sambil aku berdiri, Iffa memasukkan koteku aku ke dalam mulutnya, perlahan-lahan. Keluar-masuk. Penat berdiri, aku duduk di kerusi, Iffa langsung tak melepaskan hisapannya. Aku tau dia enjoy menghisap koteku aku. Aku ingatkan aku dapat bertahan lama selepas pancutan tadi,aku tengok Iffa pakar hisap koteku,Iffa cakap aku yang ajarnya,bini aku pun tak hisap macam dia, bila aku rasa aku nak pancut, aku pun mainkan sama biji kelintitnya biar kita sama-sama puas,bila aku nak pancut Iffa terus menghisap dengan kuat bagai nak tercabut koteku,aku pula memain biji kelentitnya ,tetiba aku rasakote macam nak putus rupanya Iffa dah klimaks patut la dia gigit koteku,sabar sayang nanti putus koteku sapa nak pakai nanti kata ku,aku yang boleh Iffa klimaks tu pasal aku gentel serta mengorek dengan kasar sekali biji kelintitnya tu pasal dia klimaks tu,aku pula rasa nak terpancut teurs ku tolak mulutnya rapat kekoteku,aku tengok dia memang nak rasa air maniku. Iffa juga menarik bontotku rapat ke mulutnya. Bila terpancut aje, Iffa segera melepaskan koteku aku, dia terbatuk-batuk. Mana taknya, pancutan mani aku terus ke dalam tekaknya. Lalu dia masukkan kembali mulutnya kedalam koteku,Iffa telan habis air maniku,yang meleh dia hisap tarik masuk balik dalam mulutnya. Bila kami sudah kepuasan ku lihat Iffa menjilat pulak hujung koteku. Kau orang pun tau mesti geli punya. Aku menjerit. Iffa terus memasukkan keseluruhan koteku aku ke dalam mulutnya. Aku menjerit lagi. Dan kami sama-sama tertawa.Aku tanya Iffa kenapa dia hisap sampai pancut. Iffa kata “sebab abang jilat pantat Iffa sampai Iffa cum so Iffa kenalah hisap sampai abang cum”. Dia ingatkan air mani ni busuk atau kotor, rupanya tak begitu,sedap dan lazat katanya,lain kali dia nak lagi macam nie.Selepas membersihkan badan, Iffa cuba membalut dirinya dengan towel, aku tarik towel itu dan memintanya terus berbogel. Dia setuju. Maka kami terus berbogel. Hampir jam 2 ptg kami terasa lapar. Aku order room aje penat nak turun bawah . Bila room service sampai , kami makan sambil telanjang. Aku rasa kau orang kena cuba makan sambil telanjang dengan partner kau orang. Best ooo, aku ambil udang nasi goreng tu dan perlahan-lahan sapukan ke pantat Iffa, lalu aku suap ke dalam mulut. Iffa agak terperanjat, tapi dia pun tak mau kalah, Iffa ambil jem dan sapukan ke koteku dan jilat. Dia cuba melancap konek aku supaya pancut ke atas roti untuk di makan, tapi aku tak mau pancut. Aku balas dengan menghisap teteknya sambil dia makan nasi goreng, malah aku jilat pantatnya sambil dia makan. Lepas tu dia pulak hisap koteku masa aku makan. Last sekali, Iffa naik ke atas aku dan masukkan koteku dalam cipapnya, semua itu dilakukan masa kami makan dan berbual mesra. Macam-macam lagi kami buat menggunakan idea kreatif kami. Habis makan dan fuck, kami tengok habis bersepah bilik tu. Kami berada di dalam bilik tu sampai lebih kurang jam 10.00 malam. sampai masa untuk check-out. Tapi Iffa minta aku stay lagi sampai esok lalu kami sama berbohong pasangan kami , nyata dia belum mahu beredar dan berpisah. Selama itu kami tidak dibaluti seurat benang pun.Tiba masa untuk berpisah, kami berjanji untuk meneruskan perhubungna sulit ini. Kami akan terus mencari peluang untuk bersama. sori klo repost soalnya dapet di laptop sendiri,kyknya ni dari file2 hidden bokap gw

Ngentot Isteri Sepupuku

Pesta pernikahan kakak sepupuku, Mas Bud, dapat dikatakan sangat meriah dan sangat mewah. Dia memang sangat beruntung, perawakannya yang over size dengan perut yang mirip gentong itu tidak menghalanginya untuk menikahi Mbak Nin, seorang wanita yang sangat cantik dengan body yang sangat aduhai. Aku pun heran, kenapa wanita secantik Mbak Nin yang memiliki tubuh langsing dengan tinggi 170 cm itu mau menikahi Mas Bud. Apa mungkin karena kekayaan Mas Bud? Tapi masa bodohlah, yang pasti mataku selalu tidak bisa lepas dari Mbak Nin, dan otakku pun sibuk memikirkan sesuatu yang sangat nakal.
Seperti biasa, setiap 2 bulan sekali diadakan petemuan keluarga. Karena keluarga kami merupakan keluarga yang sangat besar. Setiap pertemuan keluarga, aku selalu berusaha untuk mencuri pandang, kecantikan dan kemolekan tubuh Mbak Nin yang sempurna itu memang membuatku jatuh cinta dan sangat bernafsu. Ingin rasanya memeluk, mencium dan bercinta dengannya. Tapi sayang pertemuan keluarga yang hanya sehari semalam itu sangatlah sebentar bagiku. Aku selalu tidak pernah puas untuk mengkhayalkan Mbak Nin.
Setelah 14 kali pertemuan keluarga, sekitar 2 tahun setelah pernikahan Mas Bud dan Mbak Nin, akupun kuliah di Jakarta. Karena rumahku di Bandung, aku terpaksa harus mencari tempat kost. Tapi Mas Bud melarangku dan menyuruhku tinggal di rumah besarnya. Aku disuruh menjaga rumah selama kepergian Mas Bud ke negeri Belanda selama kira-kira 2 Bulan. “Sekalian menemani Mbak Nin”, demikian kata Mas Bud.
Aku jelas bersedia, selain ngirit uang kost juga bisa selalu melihat keindahan Mbak Nin.
Satu minggu telah belalu semenjak kepegian Mas Bud. Aku pun sibuk di kampus dengan berbagai jenis kegiatannya. Aku berusaha menyibukkan diriku agar pikiran kotor mengenai Mbak Nin dapat aku tepis. Aku tidak mau menghianati Mas Bud, kakak sepupuku.
Jam 7 malam tepat aku sampai dirumah Mas Bud, yang kini hanya didiami oleh satu orang pembantu rumah tangga, satu orang satpam, aku dan Mbak Nin. Aku lihat Mbak Nin belum pulang. Aku pun bebersih diri dan kemudian bersantai di kursi sofa sambil mendengarkan music klasik dari Beethoven. Dolby Digital Suround Sound System Super DTC yang ada di ruangan tengah itu membuai diriku dan akupun terlelap. Entah berapa lama aku tertidur di kursi sofa sampai kemudian aku terbangun dengan dering telephone dari mesin faximile yang ada di kantor pribadi Mas Bud.
Aku terkejut, terbangun dan bermaksud menuju ke arah suara telephone tersebut. Belum sempat aku beranjak dari kursi sofa, aku melihat suatu pemandangan yang sangat mengejutkan. Pintu kamar Mbak Nin terbuka, dan keluarlah Mbak Nin dengan rambut yang basah dan hanya di bungkus handuk berlari menuju kearah ruang kerja Mas Bud. Dari ruang santai tersebut aku bisa melihat jelas kearah ruang kerja Mas Bud. Aku lihat Mbak Nin sedang berbicara dengan seseorang di telephone tersebut.
Handuk itu membungkus tubuh Mbak Nin mulai dada sampai sampai perbatasan antara pantat dan pahanya. Hatiku berdebar sangat keras melihat itu semua. Terlihat betapa sintalnya tubuh Mbak Nin. Walaupun terbungkus handuk, bentuk pinggul dan pantatnya dapat terlihat jelas. Jantungku tambah tidak karuan ketika Mbak Nin mengambil sebuah buku dari lemari atas yang membuat handuk tersebut semakin terangkat.
“Oh, My God!” Ternyata Mbak Nin tidak memakai CD, terlihat belahan pantatnya yang sangat bulat, padat, putih dan mulus tak bercacat. Mbak Nin membalikan tubuhnya, aku terkejut dan tetap pura-pura tertidur. Mbak Nin kemudian duduk diatas meja kerja Mas Bud dan membaca buku yang baru saja diambilnya. Hal ini membuatku semakin gila. Kali ini Mbak Nin menyilangkan kakinya yang ramping itu agak tinggi sehingga handuknya makin naik ke atas. Benar-benar merupakan pemandangan yang sangat indah, pahanya yang putih mulus serta padat berisi itu membuat jantungku serasa mau copot.
“Pletak..!” Tak sengaja kakiku menyenggol vas bunga di atas meja didepan kursi sofa tempat aku berbaring. Aku kaget setengah mati takut ketahuan Mbak Nin. Untung aku tidak kehabisan akal, aku bangun dan membenarkan posisi vas bunga tadi dengn terus berpura-pura tidak menyadari keberadaan Mbak Nin.
“Apaan tuh?” Tanyanya yang kemudian aku jawab dengan singkat.
“Eh.., ini Mbak vas bunganya jatuh.” Jawabku.
“Rangga, kesini deh sebentar..!” Aku kaget setengah mati, Mbak Nin memanggilku.
Aku berjalan dengan pura-pura sempoyongan karena masih mengantuk. Aku berjalan menuju ruang kerja Mas Bud. Kulihat dari dekat Mbak Nin dengan posisi yang masih sama memandangiku. Perpaduan antara betis indah dengan paha yang putih, mulus padat berisi itu semakin jelas.
“Duduk sini!” Perintahnya sambil menunjukan kursi yang berada tepat didepan meja yang diduduki Mbak Nin.
Aku menurut tanpa sepatah katapun. Setelah aku duduk di depannya, Mbak Nin mengangkat kaki kanannya dan meletakkan telapak kakinya tepat diantara pahaku. Aku hanya terdiam dengan jantung yang semakin kencang. Entah apa maksud Mbak Nin.
“Nih, lihat.., tadi pagi aku kesandung, dan jari kelingkingku sedikit memar.” katanya sambil tak hentinya kutatap kakinya yang indah dan bersih itu. Jari-jarinya mungil dan putih sangatlah indah bila di pandang dan di pegang.
“Mau nggak pijitin kaki Mbak?” Aku pun langsung meraih betis yang indah itu.
Mbak Nin mengangkat kaki kanannya dari pangkuan kaki kirinya. Aku tak menyadari gerakan itu karena pikiran dan mataku saat itu terfokus kepada sesuatu diantara kedua belah paha Mbak Nin. Aku terkejut, telapak kaki kiri Mbak Nin tiba-tiba membelai dan memutari daerah kemaluanku yang masih tegang dan terbungkus celana jeansku. Aku memandangi Mbak Nin dan..,
“Jangan kegat, Mbak tau koq, dari dulu kamu selalu merhatiin Mbak terus khan?” Katanya.
Aku heran dari mana Mbak Nin tahu kalau aku emmang selalu mengagumi keindahannya.
“Mbak Nin juga selalu merhatiin kamu, cuma kamu aja yang nggak pernah sadar.” Katanya lagi.
“Kamu sayang Mbak Nin nggak?” Tanyanya.
“Ssayang mm.. mb.. mbak!” Jawabku terbata-bata.
“Mbak Nin juga sayang kamu”
“Bener deh!”
“Kalo kamu sayang Mbak Nin, kamu tolongin Mbak Nin mau khan?” Tanyanya.
“Mau Mbak, tolong apaan?” Tanyaku lagi.
“Cium betis Mbak Nin donk sayang!”
Baru kali ini Mbak Nin memanggilku sayang, bisanya Mbak Nin hanya memanggil namaku. Tanpa satu pertanyaan pun aku ciumi betisnya yang putih dan indah itu. Aku tidak hanya menciumi betis itu, sesekali aku menjilati betis itu. Makin lama makin ke atas sampai ke pahanya. Mbak Nin menggelinjang hebat, desahannya membuatku semakin buas.
“Ah.., sayang.. terus sayang.. enak..!” Aku menjadi semakin nekat, makin lama aku makin keatas terus dan kemudian bibirku tak hentinya menciumi paha Mbak Nin. Semakin lama semakin keatas.
“Cium aku sayang!” Tiba-tiba Mbak Nin menghentikan gerakanku.
Dengan kedua tanggannya Mbak Nin menarik kepalaku dan membimbingku untuk mencium kedua bibirnya yang sangat tipis dan berwarna merah muda. Kita berdua akhirnya saling berciuman. Sesekali lidahku masuk kemulutnya dan begitu pula sebaliknya. Lidah kita saling bermain di dalam mulut. Aku dapat merasakan, kedua tangan Mbak Nin berusaha membuka ikat pinggang kulitku. Aku terdiam saja, sampai akhirnta Mbak Nin menyelipkan tanggannya ke balik celanaku. Mbak Nin meraih batang kemaluanku, aku terus menciuminya sambil mencari ikatan yang mengikat handuk Mbak Nin.
“Mbak aku lepas ya handuknya?” Kataku.
Mbak Nin hanya menganggukan kepalanya sambil terus memandangiku. Tak lama kemudian aku lihat Mbak Nin sudah telanjang bulat didepanku, tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhnya yang langsing, putih, mulus dan padat tersebut. Terlihat jelas olehku kedua bukit kembarnya. Besarnya tidak seberapa, tetapi memiliki bentuk yang sangat indah. Kencang, Padat, keras dengan puting yang sedikit mencuat keatas. Aku tak sabar, mulutku langsung mendarat tepat di puting susunya. Saat itu aku lakukan segala sesuatu yang bisa mulutku lakukan. Menjilati, menciumi dan menghisap. Kulakukan itu secara bergantian antara yang kiri dan kanan. Aku benar-benar asyik dengan kesibukanku saat itu.
“Ah, sayang.. terus sayang.. oh.” Aku menjelajahi seluruh tubuh bagian atasnya.
Dari kedua bukit kembarnya, aku ber alih ke ketiaknya. Aku angkat ke dua tangannya. Ketiaknya yang tanpa bulu dan beraroma wangi itu aku jilati dengan ujung lidahku. Mbak Nin menjepit kepalaku.
“Ah, jangan disitu dong, aku nggak kuat, geli!” akupun beralih ke perutnya.
“Busyet..!” Pikirku, tak sedikitpun lemak yang aku temukan di perutnya.
Sambil menciumi dan menjilati perutnya aku penasaran apakah ada sedikit saja lemak yang bertengger di perutnya. Aku memutar ke pinggangnya.
“Ah..sayang, ternyata kamu nakal..!” Mbak Nin mulai meracau.
Aku terus memutari bagian perutnya yang ternyata tak ada lemak sama sekali.
“Hebat.., a perfect woman.” pikirku.
“Tak ada, ya.. betul.. sama sekali.., tak ada cacatnya sama sekali tubuh wanita ini.” pikirku.
“Putih, mulus, padat, bersih, tak berlemak dan kencang.” aku terus menikmati menjilati tubuhnya.
“Buka celana kamu sayang..!” Mbak Nin menyuruhku, aku pun melorotkan celanaku sekaligus dengan CD ku, sehingga akupun telanjang bulat.
Batang kemaluanku sudah benar-benar mencuat keatas.
“Wow, Punya kamu udah bangun rupanya.”
“Tunggu sebentar ya.”
Mbak Nin naik keatas meja, seluruh tubuhnya benar-benar di atas meja. Mbak Nin mengatur posisinya, dan akhirnya Mbak Nin nungging diatas meja dengan wajah tepat di depan kemaluanku. Tangannya kirinya meraih dan menarik batang kemaluanku. Aku menurut saja bagaikan kerbau yang di cocok hidungnya. Mbak Nin mulai menciumi kepala kemaluanku.
“OH..,!” Sekarang giliranku yang merasakan nikmatnya permainan yang Mbak Nin lakukan.
Mula-mula hanya kepala kemaluanku yang merasakan hisapan, jilatan, dan sedikit sentuhan giginya yang putih bersih. Lama kelamaan Mbak Nin membenamkan batang kemaluanku sedikit demi sedikit kedalam mulutnya.
“Ah.., Uh..!” Aku mendesah pelan dengan sedikit menyeringai untuk menahan gejolak yang sedang berkecamuk di dalam tubuhku.
Aku nggak mau hal ini cepat selesai. Mbak Nin terus mempermainkan batang kemaluanku. Kadang sesekali Mbak Nin mengulum kedua bijiku. Hal ini membuat kusedikit mules, tapi kenikmatan yang aku raih jauh dari itu semua.
Aku tak mau diam, aku julurkan tangan kananku untuk meraih perbatasan punggung dan belahan pantatnya. Untuk mengimbangi permainannya, pantat Mbak Nin yang terlihat nungging, ku remas dengan tangan kanan, sementara tangan kiri masih meraba-raba punggung Mbak Nin, aku raba dan aku belai punggung yang putih mulus itu. Tanganku bergerak turun menelusuri celah pantatnya, dan sekarang menuju liang kemaluannya. Kemaluan itu kemudian aku sentuh dari belakang, dan terasa sudah sangat basah dan merekah. Aku belai-belai bibir luar kewanitaannya dan akhirnya ku belai-belai clitoris-nya. Merasa clitoris-nya tersentuh oleh jari saya, pantat Mbak Nin semakin dinaikkan, dan terasa tegang, kuluman ke batang kejantanan ku semakin kencang dan buas. Melihat perpaduan antara belaian klitoris, punggung yang putih mulus dan kuluman rudal, suara kami jadi semakin maracau.
Kocokan mulutnya terhadap Batangku semakin lama semakin dalam dan cepat. Kadang kepalanya naik dan turun, tetapi kadang kepalanya juga sedikit berputar. Sedikit perubahan gerak dari kepalanya, terasa sangat nikmat aku rasakan. Aku mulai kehilangan kendali, ada sesuatu yang bergejolak di atas pangkal batang kemaluanku. Entah mengapa, tangan kanannya menyentuh perutku dan mendorongku. Dorongannya sedikit kuat sehingga aku terduduk di kursi lagi.
“Plop..!” Terdengar suara yang lucu akibat terlepasnya batang kemaluanku dari mulut mungilnya.
“Sekarang giliran kamu sayang.” Seakan Mbak Nin tahu, bahwa aku sudah mulai kehilangan kendali. Mbak Nin menghentikan permainannya dan mengatur posisinya lagi.
Aku dapat melihat dengan jelas. Lubang kenikmatan Mbak Nin yang bewarna merah muda dan merekah itu. Aku memandanginya sejenak. Betapa indah lubang surga Mbak Nin yang membuatku seakan tak bernafas menahan gelora dan aliran listrik yang mulai over load. Jari tengah tangan kanan Mbak Nin mempermainkan lubang surganya kekiri, kekanan, keatas, dan kebawah sehingga tampak kemaluan Mbak Nin kembang seakan kembang kempis. Sesekali Mak Nin Mempermainkan clitoris-nya sendiri. Tak berapa lama, wajahnya yang cantik dengan rambutnya yang hitam legam dan panjang itu menengok kebelakang, matanya yang semula bulat kini redup, dan dari bibirnya yang indah Mbak Nin berkata,” Kamu mau ini khan?” ujar Mbak Nin yang posisinya semakin menungging untuk menunjukan keindahan ludang surganya kepada ku agar lebih jelas dan agar aku semakin gila.
“Cukup sudah..!” Pikirku.
“Aku nggak tahan lagi.” Maka aku dekatkan batang kejantananku yang sudah tegak keras keatas dengan lubang kewanitaannya yang semakin harum dan basah itu.
“Ah.. sayang.. Ufhh!” Aku tempelkan kepala batang ku ke clitoris-nya dan aku gesek-gesekan ke sekitar lubang kenikmatannya.
“Sekarang sayang, sekarang.” Mbak Nin sudah tidak bisa menahan hawa nasfunya. Tangan kirinya menjulur ke belakang dan meraih batang kemaluanku. Mbak Nin membimbingnya mendekati gua surga itu, dan..
“Ss.. slek!” secara perlahan dan mantap, batang kemaluanku telah terbenam di lubang kenikmatan Mbak Nin.
Aku dorong pantatku secara amat sangat perlahan sehingga batang kemaluanku pun masuk secara amat sangat perlahan pula. Mulai dari bagian kepala kemaluanku, kemudian bagian leher, kemudian bagian batang, hingga semuanya amblas sampai ke pangkal kelamulanku.
“Ahh..” Mbak Nin dan akupun mendesah menahan kenikmatan yang tiada tara tersebut seiring dengan pergerakan batang kejantananku.
Aku sengaja tidak langsung mengocokkan kontolku, aku diamkan semua bagian kejantannanku tetap habis amblas di lubang surganya sejenak. Aku rasakan sejenak betapa rasa lembab, basah, dan hangat yang luar biasa indah menyelimuti kemaluanku. Walaupun kemaluanku masih belum bergerak, aku dapat merasakan kemaluan Mbak Nin yang tidak hanya sempit, tapi juga dapat menghisap dan menekan-nekan kemaluanku.
Tanpa menarik kontolku, aku gerakan pantatku kedepan tiga kali sehingga.., “Bleb, bleb, bleb..!” Posisi Mbak Nin pun sedikit maju karena tekanan dari ku.
“Oh.., Ah.., Oh..!” Desahan Mbak Nin seiring dengan tekanan tadi.
“Sayang, cepat donk, pompa aku semau kamu!” Pinta Mbak Nin.
Aku mulai menarik dengan perlahan kemaluanku sampai sebatas leher kemaluanku, kemudian aku tekan perlahan, tapi hanya sampai setengah batang kejantananku, kemudan aku tarik, aku tekan setengah, tarik, tekan, tarik tekan.. terus begitu secara berulang. Aku melakukan dengan cara yang aku baca dari buku kama sutra, yaitu, aku tarik keluar kejantananku sampai sebatas leher dan kemudian aku masukan hanya setengah dari batang kejantananku sebanyak 10 kali, dan kemudian diselingi 1 kali keluar sebatas leher dan masuk sampai amblas semua batangku dan menahannya sejenak untuk memberikan kesempatan kepada Mbak Nin untuk melakukan gerakan berputar.
“Crek, crek.. crek.. crek.” Suara indah itu terulang sepuluh kali, diselingi dengan.. “Sleb..” sebanyak sekali “Plok, plok, plok, plok..!” Suara yang muncul akibat benturan antara pangkal pahaku dengan pantat putih mulus Mbak Nin membuat suasana semakin indah. Memek Mbak Nin memang gila. Betapa aku tak perlu mengangkat pantatku sedikit keatas agar mendapat gesekan dan tekanan pada bagian atas batang kemaluanku, atau ke bawah agar gesekannya lebih terasa di bawah, atau kekiri, atau kekanan.., semua itu tidak perlu sama sekali. Kemaluan Mbak Nin yang benar-benar lubang surga itu sudah sangat sempit, sehingga menekan dan menggesek semua permukaan kontolku, dari ujung kepala sampai ke pangkal kemaluanku.
Aku tak bisa lagi mengatur gerakanku, semakin lama gerakanku semakin cepat, dan tekanannya pun semakin keras. Dari posisiku yang di belakang, aku dapat jelas melihat penisku keluar masuk cepat ke lubang vaginanya, dan saking pasnya, terlihat bibir vagina Mbak Nin itu tertarik keluar setiap batangku kutarik keluar.
“Oughh, ough.., ah.., oh.., kamu hebat sayang.” Mbak Nin terus mendesah dan meracau.
Sesekali dengan posisinya yang menungging, tangan kanan Mbak Nin kebelakang dan menyentuh perutku untuk menahan tekanan yang aku lakukan. Aneh memang, Mbak Nin menahan laju tekanan penisku dengan tangannya, tetapi Mbak Nin terus meracau..
“Terus sayang, ah.., terus, terus sayang..!”
Buah dada Mbak Nin terpental-pental dan desahannya benar-benar menghanyutkan, seperti suara musik terindah yang pernah aku dengar.
“Ahh.. shh sshh sayang, Ohh.. enakk.. Uhh uhh.. hmm.. Enak sayang.. terus!” Seru Mbak Nin.
“Aowww..!” Tiba-tiba Mbak Nin sedikit berteriak.
“Kenapa Mbak, sakit ya?” Tanyaku yang hanya di jawab dengan senyum dan gelengan kepalanya saja.
“Teruskan sayang aku suka koq.” Katanya.
Aku berpikir mungkin gerakanku terlalu kuat, ditambah liang vagina Mbak Nin yang begitu sempitnya. Maka aku ambil inisiatif untuk mengangkat kaki kanannya. Aku angkat kaki kanannya agar lubang surga Mbak Nin sedikit lebih longgar, sehingga Mbak Nin dapat lebih menikmatinya.
“Oghh, ff, sayang kamu memang hebat!” Katanya.
Karena gesekan yang terjadi sedikit berkurang, aku semakin cepat melakukan gerakan maju mundur dengan sedikit gerakan keatas akibat terangkatnya kaki kanan Mbak Nin dengan tangan kananku. Semua hal itu tidak mengurangi kenikmatan yang aku rasakan, bahkan percintaan kami menjadi lebih variatif, sampai suatu saat aku turunkan lagi kaki kanannya dan kedua tanganku memegang pinggulnya kuat-kuat sambil sesekali meremas pantatnya yang bulat indah itu. Dan..
“Oughh.. sayang.. aku keluar..!” Vagina Mbak Nin kurasakan semakin licin dan hangat, tapi denyutannya semakin terasa.
Aku dibuat terbang rasanya. Aku hentikan gerakan maju mundurku, sekarang aku benamkan seluruh batang penisku ke liang vagina Mbak Nin sambil terus mendenyutkan batang kemaluanku. Aku tekan dengan kuat penisku sambil menahan pinggulnya yang indah. Aku yakin benar, denyutan yang aku buat di batang kemaluanku dan tekanan hebat terhadap kewanitaannya membuat orgasme Mbak Nin makin hebat dirasakannya. Terbukti dari kenikmatan orgasmenya itu, sekonyong-konyong membuatnya terbangun dari posisi nunggingnya disertai kedua tanggannya menjambak rambut kepalaku dengan kuat dan wajahnya yang menyeringai menahan gejolak kenikmatan surgawi.
“Huff, huff, huff..!” Nafas Mbak Nin menunjukan dia baru saja mengalami sensasi elektrikal yang hebat menjalar di tubuhnya.
Tubuhnya sedikit lemas. Aku tahan beban tubuhnya dengan tangan kiriku yang kemudian melingkari pinggulnya yang padat dan mulus itu sementara tangan kananku mengambil kursi tadi dan kemudian aku duduk di kursi itu sambil memangku dan menciumi bibirnya yang merah merekah.
“Oh sayang, aku keluar, oh enaknya.” Mbak Nin berbisik padaku sambil sesekali mencium telingaku.
Batang kejantananku pun masih terbenam di dalam kewanitaannya. Apa lagi dengan Mbak Nin di pangkuanku, membuat batang kemaluanku amblas habis sampai di pangkalnya. Hanya saat ini tidak terjadi gerakan-gerakan yang berarti.
“Kamu belum keluar ya?” Tanya Mbak Nin, aku diam saja dengan sedikit menggelengkan kepala.
Aku biarkan Mbak Nin berbicara, karena memang aku menikmatinya. Aku biarkan Mbak Nin beristirahat sebentar sambil menciumi wajah ku disertai tangannya yang terus-terusan meraba biji pelerku. Rasa hangat di batang kemaluanku masih begitu terasa, ingin rasanya aku gerakan lagi. Tapi aku bersabar, aku biarkan bidadariku mengumpulkan tenaganya untuk pertarungan tahap berikutnya. Tak berapa lama, aku coba mendenyutkan batangku.
“Ah, aow.. geli dong sayang..!” Mbak Nin berceloteh sambil disertai tawanya yang manja.
“Kamu masih kuat nggak, sayang?” Aku tidak lagi terdiam, pertanyaan ini harus kujawab.
“Masih donk, Mbak.” Kataku, aku masih tetap untuk berusaha menahan diri.
“Pindah ke kamarku yuk?” Ajak Mbak Nin.
“Tapi jangan di lepas ya sayang, punyaku masih betah sama punyamu.” Celoteh Mbak Nin.
Secara perlahan dan berhati-hati aku bangun dari kursi itu. Dengan posisi membelakangiku, aku bawa Mbak Nin keatas meja. Dan secara perlahan aku putar tubuh Mbak Nin dengan amat sangat hati-hati karena Mbak Nin tidak ingin kontolku terlepas dari memeknya, begitu pula aku. Dengan sedikit kerjasama, akhirnya kami berdua sudah saling berhadapan. Mbak Nin langsung ku gendong dengan penisku yang masih tatap tertanam. Kedua belah kaki panjang Mbak Nin mengempit pinggangku erat-erat. Aku pun melangkah ke kamar Mbak Nin.
Sesampai di kamar, aku rebahkan tubuh Mbak Nin di tempat tidur yang masih rapi. Tampak olehku kedua susu Mbak Nin yang indah. Puting susu yang kemerahan itu membuatku langsung melumatnya. Mbak Nin hanya bisa mendesah dan menggigit bibir bawahnya. Ketika aku baru menggerakan pantatku keatas Mbak Nin, menghentikan gerakanku..
“Sayang, tadi kamu yang kerja, sekarang giliran aku donk!”
“Aku pengen di atas ya!” Belum sempat aku jawab, Mbak Nin sudah mendorong tubuhku, sehingga aku mau nggak mau merebahkan tubuhku diatas kasur empuk tadi. Mbak Nin sekarang sudah ada di atasku tepat membentuk sudut 90 derajat dengan tubuhku.
“Luruskan kakinya sayang!” Perintah Mbak Nin sambil memegang kedua pahaku dan meluruskan kakiku.
Kedua tangan Mbak Nin kemudian memegang kedua puting susunya dan meremas kedua payudaranya sendiri, dan mulai menangkat pantatnya dan menurunkannya kembali. Saat ini dialah yang memompaku. Aku baru sadar, bahwa Mbak Nin saat ini tiada lain adalah kuda liar yang tak terkendali. Dia bergerak keatas dan kebawah yang kemudian di selingi dengan memutarkan pinggulnya yangjuga disambung dengan gerakan maju mundurnya.
Maju, mudur, atas, bawah, kiri, kanan, putar. Serasa penisku dipermainkan seenaknya. Mbak Nin menjadikan batang kemaluanku sebagai budak nafsunya. Kedua tanganku sibuk meremas-remas payudaranya, memelintir dan mencubit punting susunya, dan memegang pinggulnya. Sesekali dia membungkukkan badannya untuk menciumiku. Aku tidak diijinkannya untuk bangun dan mencium bibir atau pun buah dadanya. Saat ini dia terus memegang kendali. Kontolku semakin panas, rasa nikmat menjalar keseluruh tubuhku.
“Oh.. Mbak Nin, terus Mbak..!” Aku mulai meracau.
Betapa liarnya wanita ini. Rasa hangat dan nikmat yang tak terhingga mulai merambah batang kejantananku yang semakin lama mulai aku rasakan desiran yang hebat. Aku memejamkan mata dan meremas pinggul dan susu Mbak Nin. Aku tahan gejolak kenikmatan surgawi ini. Aku tak ingin benteng pertahananku Bobol, sebelum bidadari diatasku memuaskan diri memperbudak batang kemaluanku. Kempotan memek Mbak Nin semakin lama semakin kuat. Kemaluanku terasa terjepit dan semakin terjepit. Basah, lembab, licin, dan hangat menjadi satu menciptakan sensasi kenikmatan yang luar biasa. Aku berusaha menahan serangan sang bidadari. Kejadian tersebut terus berulang. Nafas kita berdua menderu-deru. Tubuh kami penuh dengan keringat.
“Oh.. Ah.. Oh.., Oughh, Off, Aowww..!” Mbak Nin pun sudah tidak lagi mendesah.
Desahannya di ganti dengan teriakan dan jeritan kecil. Gerakannya makin liar. Aku merasa kasihan melihat batangku diperbudak sedemikian rupa, tapi apa daya, kenikmatan yang aku rasakan lebih dari segalanya di dunia ini. Mendadak kulihat tubuh Mbak Nin mengejang. Mbak Nin menengadahkan kepalanya. Urat lehernya nampak, dia berteriak kecil.
“Aaoowww..!”
Kurasakan semburan lava panas menyelimuti batangku yang masih terbenam.
“Oh..!” kataku.
Nikmat sekali rasanya. Mbak Nin menjatuhkan tubuhnya didalam pelukanku. Dia mengalami orgasme lagi, hanya kali ini dia tidak mampu berkata apa-apa lagi. Tampak betapa lelahnya dia. Tapi untuk kali ini aku tak bisa memberi waktu lagi untuk Mbak Nin beristirahat. Aku sidah hampir dipuncak, mulai terasa olehku puncak kenikmatan yang sebentar lagi aku rasakan. Aku balikan tubuhku sehingga tubuh mulus Mbak Nin ada di bawahku.
“Oh sayang, aku tadi keluar lagi..!”
“Aku sudak cap..’” Belum sempat dia selesaikan ucapannya, aku sumpal kedua belah bibirnya dengan mulutku. Aku bimbing kedua betis Mbak Nin agar bertumpu di kedua bahuku. Aku mulai memompa dengan cepat dan dahsyat.
“Oh..sayang, kamu cepat keluar ya sayang..!”
“Aku sudah mulai lelah!”
Aku terdiam dan hanya terus memompa kemaluanku sampai amblas dan menariknya keluar sampai sebatas leher. Aku sudah tidak dapat mengendalikan tubuhku sendiri. Seakan tubuhku bisa bergerak sendiri semaunya.
“Oh.. ampun sayang..!” Desah Mbak Nin
Aku sedikit takut, jikalau Mbak Nin tidak bisa memuaskan aku saat itu. Tapi aku tak perduli. Aku kemudian berinisiatif, aku keleuarkan sejenak kontol ku dari lubang hangat Mbak Nin sejenak, kemudian aku angkat pinggul Mbak Nin dan aku ambil tiga buah bantal untuk mengganjal pantat Mbak Nin. Sehingga Vagina Mbak Nin terbuka dan terlihat Itil Mbak Nin yang mencuat. Keindahan vagina Mbak Nin yang berwarna merah muda dan dihiasi dengan clitoris-nya yang kecil mungil itu membuatku semakin buas.
Aku arahkan dan aku masukkan kembali batangku kedalam lubang surga milik Mbak Nin tersebut. Hanya kali ini aku memasukkannya dengan cepat dan tepat tanpa basa-basi lagi. Lalu aku memompanya dan terus memompanya dengan cepat sekali sambil jari-jemari tangan kananku mempermainkan clitoris–nya. Entah mengapa, teriakan dan desahan Mbak Nin berubah lagi, yang asalnya, “Aku capek sayang, ampun.., aku capek..!”, telah Berubah menjadi.., “Terus sayang, aku sanggup keluar sekali lagi.. terus sayang.. teruuss!”
Desahan dan jeritan kecil itu membuatku semakin semangat. Aku genjot terus, terus dan terus..!
“Oh sayangku, aku mau keluar lagi..!” Kata Mbak Nin.
“Sebentar sayang, sebentar lagi aku juga keluar.. taah.., ttahan dulu ya sayang..!” Aku mulai nggak keruan.
Genjotan kontolku, goyangan pinggul Mbak Nin, dan kempotan memek Mbak Nin. Membuat segalanya tak terkendali. Ketika kulihat Mbak Nin mulai menengadahkan kepalanya dan urat lehernya mulai mengejang. Aku segera mempercepat genjotanku, dan akhirnya..
“Aakkhh..!” Kami berdua berteriak kecil, kedua tangan Mbak Nin memegang pantatku dan menekannya dengan keras kearah memeknya sampai kejantananku amblas habis tak bersisa satu mili pun. Aku membungkukan badanku dan menyelipkan pergelangan tanganku ke ketiaknya dan telapak tanganku mengangkat kepalanya sehingga aku bisa mencium bibirnya.
“Crot.. serr.. crot.. serr.. crot.. ser..”
Entah berapa kali cairan puncak kenikmatan surgawi ku menyembur dan bertemu dengan cairan kenikmatan tiada tara nya Mbak Nin. Cairan kenikmatan kami saling bertemu di dalam vagina Mbak Nin. Mungkin sekitar 40 atau 50 detik, kita berdua saling merengkuh puncak kenikmatan itu. Kehangatan yang amat sangat indah itu menyelimuti kejantananku. Kontolku terus berdenyut seiring dengan memek Mbak nin yang juga berdenyut. Kita berdua tidak sanggup lagi berkata apapun juga. Tubuh Mbak Nin tergeletak di samping tubuhku. Aku berusaha untuk mengangkat tubuhnku dengan tenagaku yang terakhir.
Aku cium bibirnya dan Mbak Nin pun berkata, “Yy.. yang terakhir itu.. ad.. adalah or.. orgg.. orgasme ku yang paling lama..”, lalu kami berdua pun tidur saling berpelukan sampai keesokan paginya.
Semenjak itu kami bagaikan sepasang burung yang sedang kasmaran. Diluar kesibukan kami sehari-hari selalu kami gunakan untuk bercinta dan bercinta. Tiada hari yang kami lewatkan tanpa sex. Kami pun sering membaca buku tentang sex agar kami berdua selalu bisa terpuaskan, dan yang paling penting, memuaskan. Kami pun tak tahu waktu dan tempat. Kadang kami melakukannya di Garasi, di meja dapur, di sofa, di dalam mobil, di kamar mandi, di kolam renang, di halaman rumah, di atas rumput, bahkan kami pernah melakukannya di dalam lift sebuah Mall yang saat itu mendadak macet dan kami terjebak di dalamnya.

Memberikan tumpangan Mobil Dapat Memek

Sebelumnya saya perkenalkan diri, saya Andri umur 33 th. Bebeapa bulan yang lalu saya pindah rumah, dr jakarta selatan ( Ps. Minggu ) ke Jakarta Timur ( sekitar TMII ) , setiap berangkat kerja saya bawa mobil, biarpun jelek lumayanlah, karena kantor saya jaraknya sekitar 25 KM dari rumah ( Jakut ), biarpun kadang macet tapi ga begitu capek daripada naik motor. Biasa saya naik tol dari TMII , trus masuk tol dalam kota ambil arah priok dan turun di pintu tol cpk mas, begitu setiap hari sekitar jam 7.45 tiap pagi, saya selalu lewat di putaran tol TMII, klo lurus arah kramat jati , klo naik tol muter dulu , dan pas muter itu banyak pohon-pohon atau hutan kota. Tiap pagi saya liat banyak karyawati-karyawati yang naik mobil omprengan, dengan tujuan grogol maupun ke priok. Mereka bergerombol sesuai dengan tujuannya masing. Melihat hal ini otak saya mulai punya pikiran cabul, wah cakep-cakep juga karyawati-karyawati ini, mungkin klo mobil saya dipakai jadi omprengan juga, mungkin ada yang nyantol, akhirnya tiap pagi selama 1 bulan saya melakukan pengamatan. Akhirnya saya coba , ketika saya lewat situ saya coba berhenti didekat karyawati-karyawati yang sedang bergerombol dan langsung ada yang samperin ibu-ibu muda aga gemuk “ Arah mana pak?” tanyanya , “ arah cempaka mas mbak , ada yang mo ikut “ jawabku. Trus ibu-ibu tadi teriak ngasih tahu gerombolan , ada yang mo ikut arah cempaka mas, ternyata ada sekitar 4 orang yang ikut, yang akhirnya saya kenal namanya mbak Yenny , mbak wati, mbak ningsih , dan mbak yulia. 1. Mbak yenny orangnya dah berumur sekitar 35 tahun, karyawati di daerah Pulomas , rambut pendek agak chuby, kulit kuning asal pelabuhan ratu , punya anak 2 . orangnya banyak omong dan agak vulgar ngomongnya. 2. mbak wati umur lebih muda, sekitar 30 an tahun asli semarang, sudah punya anak 1 , rambut panjang , manis , kulit sawo matang, agak pendiam kerja di daerah sunter. 3. mbak ningsih asli monogiri, umur sekitar 28 tahun, manis sekali, dandanan agak gaul dari yang lain , 3 tahun menikah belom punya anak, kerja di deket Psr. Senin, cuman orangnya pendiam sekali, kayak ada yang dipikirin. 4. mbak yulia yang ini masih muda sekitar 23 tahun , lom menikah blasteran betawi jawa tinggal di daerah lubang buaya, modis, kulit kuning langsat wajah paling cantik diantara mereka, kerja di cempaka mas, spg hp katanya. Akhirnya mobil saya jadi langganan tetap mereka, kadang nambah kadang juga kurang, mereka ngomprengnya berangkat aja pulangnya masing , karena saya pulang juga aga malam, hari demi hari kami semakin akrab aja , karena mbak yenny yang menciptakan suasana akrab, dia banyak cerita, dan bercanda , yang lain juga ikut-ikutan rame juga, cuman mbak mbak ningsih aja yang agak pendiam, cuman nimpali-nimpali doank dan saya pikir yang paling cuek sama saya. Pada suatu hari dia nggak nongol ditempat biasa , cuman ada 3 wanita aja, akhirnya saya korek-korek dari 3 wanita ini katanya , mbak ningsih mang ada masalah sama suaminya, ga tau kenapa, mungkin masalah momongan kali. ya begitulah selama beberapa minggu aku jalani sebagai mobil omprengan , kami semakin akrab aja, kadang klo mereka pulang pas bareng aku mereka sms atau telepon mo nebeng pulangnya. Mereka cuman aku minta untuk bayar tol aja , saya ga minta uang lebih. Pada suatu hari, sekitar jam 5 sore saya dapat sms” mz , nti pulng Ningsh bareng ya, ningsih ad ker smpi mlm, nih” bunyi sms nya, “ spi jam brp? “ aku balas smsnya, “ jam 7 an cozz , tp ningsih dah pamit ma suami jam 9 malam, sapa tau lom kelar kerjaan” jawabnya , “ ok deh , ntar tunggu di halte cpk mas ya, yg haltenya panjang , klo dah smpi sms aku “ jawabku. Seperti biasa sambil tunggu sms dr mbak ningsih aku, main internet dulu di kantor biasanya sih sampai malam , tunggu jalanan aga sepi. Sekitar jam 18.30, ada sms lagi dr ningsih “ mz andri , ningsih dah kelar kerjaan sekarang lg mnj ke cpk mas” katanya , “ ok , jawabku aku siap-siap dulu ya” jawabku. Jam 18.45 saya sudah meluncur ke meeting point. “ hai mas, lama ya nunggunya” tanyanya , “ ga kok, aku biasa pulang malam” jawabku, akhirnya mbak ningsih naik, jalanan di depan macet banget seperti biasa jam segini macet banget , apalagi di putaran mau masuk tol pulomas, kami berdua diam aja, akhirnya aku beranikan buka pembicaraan. “ maaf mbak, mang berapa lama tinggal di jakarta?” tanyaku . “ udah 4 tahun mas” jawabnya. “menikah brp lm?”, “ 3 thn mas” jawabnya”aku denger lom punya anak ya, mbak? Ngapain ditahan2 sih mbak?” oceh ku, dia hanya diam “ yaa, bagaimana ya mas, aku sih ga nahan, tp tuhan lom kasih” jawabnya sambil raut mukanya sedih, “ suami aku ada masalah mas, habis nikah suami aku kecelakaan motor, ga tau kenapa tapi , itunya jadi ga normal”katanya dengan suara pelan, wah kesempatan nih, setan di hatiku mulai bersorak, “oo gitu , aku turut sedih mbak” jawabku pura-pura sedih juga, jalanan di depan masih macet. “ maaf mbak ,jadi selama ini hub. Bagaimana?” tanyaku, “ hubungan baik2 aja” jawabnya, “ maaf klo hubungan itu , maksud aku”tanyaku lagi, “ ya, begitulah mas” jawabnya seakan-akan aku dah tau jawabnya. Wah mbak ningsih ini ternyata jablay.wkwkwkw, mudah nih kayaknya, saya lirik ke dia semakin menundukkan wajahnya,” sebenarnya suamiku, nyuruh aku menceraikannya, tapi aku ga mau, mas” lanjutnya lirih. “ wah apa mbak ningsih mo, begini seumur hidup” jawabku. “ mbak terlalu baik” lanjutku,. “ yaa gimana lagi mas” sambil menghela nafas panjang, aku memandangnya lebih teliti, terlihat wajah manisnya bersemburat kesedihan, fly over cempaka mas masih macet, kendaraan berebutan antri dulu, mendahului, sepeda motor saling sodok menyodok, “ mas andri bagaimana? Dr tadi saya yang ditanya” katanya memecah kesunyian diantara kami berdua.sambil menghela nafas panjang , saya pasang muka sedih juga” keluarga saya baik-baik aja, anak saya baru 1 umur 2,5 thn ,cuman……” saya terhenti sampai situ menghela nafas panjang lagi, acting hrs bener-bener top ini,” cuman apa mas andri?” selidiknya ingin tahu. “ istriku bawel banget, sok ngatur, makanya aku kadang males pulang” kataku, “ loh kenapa mas? “ tanyanya lagi , “ ya, bagaimana ga, klo aku lagi capek banget , truss tidur mendekur dikit dah diusir dari kamar, sebel ga kayak gitu” kataku ngarang-ngarang deh, “ masa sih ?” tanyanya semangat, “ iya, klo minta uang dibilangin ga ada , ngerengek trus, trus cari gara-gara, endingnya berantem deh” lanjutku, “ ini dah 3 bln ga dapet jatah” kembali aku melanjutkan, “ baru 3 bln mas, aku 3 thn” timpal ningsih, “ wah cow 3 bln ga hub, kepala mo pecah mbak” aku terdiam aku liat dari kaca depan mbak ningsih sedang memandangku, saya tetap liat depan pura-pura ga tahu, entah apa yang ada di pikirannya. Kami terdiam membisu…mobil mulai naik tol pulo mas menuju jagorawi, kondisi jalan masih macet di atas jl. Pramuka. Padat merayap…saya curi pandang ke mbak ningsih waduh manis banget keliatannya cewek ini klo sedang berdua aja hehehehe, pikiranku udah ga sabar, aku pandang lagi..dia kali ini mbak ningsih menoleh juga kearahku, “ kenapa mas?” tanyanya, “ sayang sekali mbak, orang semanis mbak kok ya nasibnya begini” kataku, “ah mas andri “ umpatnya , sambil memukul pundakku, saya diam sambil tetap konsentrasi ke depan. Sudah mulai nih batinku…hati rasanya udah ga sabar langsung pingin menerkam mbak ningsih, tapi saya coba bertahan, sabar, pelan, harus halus. Aku coba mancing lagi” jujur mbak, sejak pertama saya ketemu mbak, pikiranku sudah berkhayal” kataku lagi, “ berkhayal apaan?” “ berkhayal tentang mbak, sayang mbaknya cueks” “ iya berkhayal apaan?” tanyanya lagi menggebu , sambil pura-pura menghela nafas panjang“ ya berkhayal begituan mah mbak” kataku dengan berat.” Ihhh nakal mas andri!!” lagi-lagi dia memukul pundak saya, “ hahaha alah mbak kita sama-sama dewasa kok, ga ada orang lain kan disini” kataku lagi, kami terdiam lagi , kemudian aku bertekat untuk segera mengakiri basa basi ini , dengan segenap tekat saya ulurkan tangan kiri saya dan saya ambil tangan kanannya , sambil tangan kanan saya masih pegang setir, posisi sedang masuk tol jagorawi udah ga begitu macet , sebentar lagi keluar tol taman mini dia harus turun, makanya aku pegang telapak tangan kanannya tapi tidak aku gemgam keras-keras sengaja untuk memancing reaksinya, antara ditarik or ga, ato nampar aku ga hehehe. Ups ternyata berhasil, mbak ningsih ga menolak tangan saya , dia malah menatap saya dengan pandangan sayu, dan justru tangan dia yang meremas telapak tangan kiriku , sambil memainkannya, hatiku hampir berteriak kegirangan “ umpan udah masuk ke sasaran”, aku juga pandang dia, “ aku butuh mbak” kataku lirih. Dia mengangguk. Pintu tol TMMI dah keliatan, aku segera melepas tanganku tuk bayar tol, dia siap-siap turun di perempatan garuda mbak ningsih turun . Sementara aku terus pulang kerumah. Hanya itu saja yang saya dapat hari itu.tapi lumayan lah perkembangan dah jelas. Besoknya seperti biasa nunuter-nunuter formasi lengkap, seperti biasa mereka bercanda dan bercerita , mbak ningsih aku liat agak lebih pendiam tapi ada yang laen kayaknya dia terlihat lebih cantik hari ini dan bajunya pake rok yg memperlihatkan betisnya yg indah dengan sedikit bulu2 menempel teratur dan pake blouse putih. Mungkin pengaruh pembicaraan semalam. Hari itu aku lalui biasa aja, tiba-tiba jam 12 siang ada sms masuk ternyata dari mbak ningsih, “ hai, mz andri sibuk ya” katanya , “ ga biasa aja, gimana nanti bareng lagi pulangnya” balesku sambil mancing. “boleh mas, tapi aga sorean ya, hari ningsih ga banyak kerja” balesnya lagi. “ jam brp?”tanyaku lagi “jam 5 an ya mz” balasnya lagi, “ wah jam macet tuh, kok sore amat , mank ada apa” tanyaku lagi, “ ada deh , ntar aja yach” balesnya , “ ok “ balesku , jam 5 pas saya sudah di posisi aku liat dari jauh dia sudah standby menungguku, langsung masuk ke mobil disampingku. “ ada apa sich mbak , aku jadi penasaran” kataku memulai pembicaraan. Mbak ningsih tersenyum manis sekali” ga ada apa-apa kok, aku cuman pingin bareng mas andri aja” katanya, aku tersenyum kecut, dihatiku ga mungkin ga ada apa-apa, cewek semanis ini ga bakalan aku sia-siakan. Jalanan benar-benar macet soalnya hari jumat orang pada cepet-cepet pingin pulang. “ mas , semalaman aku ga bisa tidur mikirin kemarin” katanyanya memecah kesunyian antara kami, “ sama mbak “ jawabku sambil menghela nafas panjang kutatap wajahnya dia pun menoleh, “ mas andri benar pernah berkhayal denganku” tanyanya, wajahnya aku liat aga kemerahan mungkin menahan malu, “ iya, mbak “ kataku singkat, tiba-tiba dia mengambil tangan kiriku dan berkata” aku juga sering mas berkhayal sama mas andri” katanya , muke gile , pucuk dicinta ulampun tiba heheheheeh sorak setan dihatiku , yes berhasil!!! Dengan masih tenang aku berkata “ so ? “ sambil tangan kiriku mempermainkan tangannya , trus aku belai rambutnya , dia terbawa suasana ,” terserah mas andri “ katanya. Jalanan masih macet , saya ga langsung naik tol pulomas tapi ngambil sisih kanan, otakku dah bilang aku bawa ke C-one pulomas nih cewek. Hehehe. “ Mank ga dicari sama suamimu” kataku, “ aku bilang masih ada kerjaan nerusin yang kemarin mas” katanya sambil kepalanya disandarkan ke pundakku, good..good kata batinku dah pinter boong nih sipp. Langsung mobil aku belokkan ke c-one , dan nyari kamar sebelum masuk kamar aku tanya lagi di “ serius nih” tanyaku, “emhm “ gitu aja jawabnya sambil menganggukan kepalanya. Lansung saya naik ke kamar atas, dan sampai dikamar aku peluk dia erat-erat sambil saya ciumin rambutnya, pertama mbak ningsih kaget tapi sebentar ikut memelukku erat juga, trus menengadahkan wajahnya, syett manis bener orang ini, langsung bibirnya aku terkam dengan bibirku, nafasnya mulai memburu.. kami bertukar ludah dan salim menghisap hmmhmmm tanganku mulai merabah rabah punggungnya dan membelai rambutnya sementara bibir kami masih menempel, mengais-ngais kenikmatan yang tersedia. Rupanya mbak ningsih yang pendiam kini bagaikan macan kelaparan, terus mengejar dan menggit lembut bibirku, akupun ga kalah. Lama kami berciuman sementara nafas dia semakin ngos..ngosan menahang ejolak birahi ting..tung tiba2 bel kamar berbunyi , room boy sedang mengantar minuman dan tagihan kamar , kami berhenti dan saya turun untuk membayar, setelah itu aku kunci semua pintu, mbak ningsih ternyata ke kamar mandi , keluar kamar mandi masih berpakaian lengkap, kembali aku tarik kepelukanku.. “ mbak..mbak cantik dan mulus” belom sempat menjawab lasung bibirnya aku sosor lagi, tanganku mulai meraba pahanya yang hanya memakai rok mini hitam, aku elus-elus halus sekali ditambah dengan bulu yang tipis , semakin membuat kontolku tegang dia pun semakin mengusap-usap punggung, tangan kiriku berusaha melepas ikat pinggangku dan membuka resleting celanaku, kemudia tangan kananya aku bawa ke kontolku… dia mulai mengusap –usap kontolku yang bersembu nyi dibalik cd, kemudian tangan kananya mulai masuk ke cd ku dan menggegam mr. P ku, diusap-usap pelan dan nikmat sekali rasanya , mulut kami masih bertautan , nafasnya semakin memburu… sssss…sssss mulai mendesis,.. tangaku membuka kancing blousenya satu persatu, tampaklah dua gundukan payudara yang putih dibalut bh merah, tangan kiriku langsung mencari kaitan bh di punggungya da lepaslah bh nya, uuuu indah sekali payudara mbak ningsih sepertinya memank jarang dijamah , niplenya masih pink dan kecil, ukuran bh jg ga besar cuman 34 b , langsung bibirku turun ke dagu, leher… dan bermuara di payu daranya, mbak ningsih semakin mendesis sss….sss… masssss andddd.ri…. sssss s aku terus menjilat, memgulum payudaranya kanan dan kiri sampai rata, mbak ningsih menengadah dan menggelijang gelinjang menahan nikmat… massss …ssss ..sss tanganku mulai melepas celanaku…. Dan kemejaku … masih sambil menjilat.. tubuh bagian atasnya yang sudah telanjang , massss enaaaaak masssss sssshshssh… , setelah aku telanjang bulat , kemudian aku mulai pelorot rok mininya.. trus cd putihnya.. wowww bener –bener badan yang bagus mulussss , mekinya bener-bener seperti kue apem sedikit bulu disana , setelah telanjang aku angkat mbak ningsih ke kasur dan segera aku serbu… tubunya aku jilat, pantatnya diangkat sambil mendesis shshshshs ssss… massssss enaaaaakkk…. Aku semakin horny mendengarnya… lansung jilatanku ke mss V nya , langsung ditutup sama msssssaass maluuu… ga papaa…mbak enak kok… sssshshs pahanya aku buka lagi dan ku jilatin lagi pangkal pahanya…. Sshshshshs shshshs enakkkk msaassss… tangan nya mulai memegang kepalaku, lidahku mulai bergerilya di di dalam memeknya auu…au..auu…. teriak dia keenakan tangannya semakin menekan kepalaku seakan ingin lebih dalam lidahku mengorek memeknya… pantatnya aku angkat juga… masssss aku mo keluar maaa ass eshssshshssesh….esssshssh massssssssss dengan teriakan panjang basah dah mekinya… langsung aku serbu bibirnya lagi…. Aku kulum dan aku hisap bibir dan lidahnya…kontolku sudah sangat keras , mencoba mencari sarangnya dengan sendirinya… ternyata susah sekali .. bener-bener jarang dipakai nek… aku coba meleset terus, akhirnnya tangannya membantu ….ternyata sempit sekali lubangnya…. Massssss perih…. Tahahan mbak… padahal memek ini basah tp masih sakit juga … rudalku tanpa kompromi terus menyodok…. Dan akhirnya blusssss masuk dah semuanya …..aku diamin sebentar…masss eep…ueep masss ssssshshs enak , perlahan aku goyang .. masss sshshhs . s…. shshshs , pelan-pelan terus aku genjot….. benar benar nikmat meki ini … dan jarang dipakai…… bibir aku terus mengulum bibirnya… trus aku lepas … aku angkat kakinya ke pundakku…. Dan percepat rpm dia semakin meracau tak karuan kepalanya menggeleng kekanan dan kekiri , tangannya mencengkram sprei…… ssssshhs,massssm oooohhh msss sssss aku perlambat dan aku angkat badannya dan ku balik…. Aku dibawah sekarang masih lemas dia…. Mulai menggoyang pantat nya pelan-pelan ….shshsh aku bantu menggoyang pantaku juga ….nikmattttt sekali rasanya….. aku puntir –puntir niplenya dan remas payudaranya dia semaki cepat menggenjot…masssss aku……mau………. Tahan mbak…tahan…… shshshshssh keluar bareng aja… semakin menggenjot dia… aku juga dan massssss ga tahaaaaan aku jga mbaaaakkkkkkk sshshshss akhirnya muncrat juga maniku di memeknya bebarengan, dan angsung dia jatuh di pelukanku…. Aku ciumin wajahnya …. Mas..andri enaaaak sekali…. Lom pernah aku merasakan seenak ini massss…. Iya mbak aku juga hehehehe aku lepas pelukannya dan bangun aku cuci kontolku di kamar mandi… dia menyusul….. saya balik ke kasur truss nyalahin tv , jam sudah menunjukkan pukul 7 malam ga terasa dah… kalau nikmat menyerang seakan waktu berhenti hahahha, kemudian mbak ningsih ke kasur juga trus tiduran dan aku peluk masih dalam keadaan bugil “ gimana mbak, enaknya ga maen gituan ma aku” tanyaku, “iya mas andri enak sekali… baru pertama ini aku bisa puas” jawabnya, “ yaaa kemarin2 kemana aja neng? “ tanyaku bercanda. “mas tolong ini dirahasiakan ya, terutama temen2 yang ikut mobil mas andri” katanya , “siiip” kataku terus dia mencium bibirku dan sambil tangannya memegang kontolku” ini nakal ini!” serunya, “yeee, tapi kan enak” jawabku kami tertawa bareng. Malam itu kami sempat maen 2 kali terakhir doggy ternyata dia bener2 ga tahan dengan tusukan dalam, jam 8 kami cek out jalanan dan sepi kurang dari setengah jam dah nyampe TMMI trus kami berpisah. Akhirnya semua berjalan seperti biasa, aktivitas setiap pagi seperti ga ada apa2 , padahal hatiku sudah mulai melirik yulia sebagai next target, dengan mbak ningsih main seminggu 2 kali sampai sekarang, klo dia minta jatah tinggal sms trus pulang bareng… kegiatan ompreng ini masih aku lakukan sampai sekarang… so… ada yang tiru???

Kutiduri Isteri Tetanggaku, Yang Cantik

Ini adalah cerita nyata tanpa ada rekayasa sama sekali.!! Sebelumnya perkenalkan aku jemmy usiaku baru 33 tahun. ceritanya begini ; Aku diangkat menjadi ketua RT.13 pada awal tahun 2007, oleh warga di komplek perumahanku. aku tinggal di komplek perumahan Kelapa Gading Jakarta utara. seperti biasa pekerjaan seorang ketua RT. di lingkungan perumahanku yaitu menarik iuran keamanan dan kebersihan setiap bulannya. menyipan daftar warga dan membuat surat pengantar. setelah lebih dari 3 bulan akau menjadi ketua RT. aku mulai tahu secara lengkap profil setiap wargaku. Dari usia, alamat, telephon maupun berapa jumlah anggota keluarganya. Eh ternyata di lingkungan komplekku banyak sekali Ibu2 mudanya mereka cantik dan sexy 2, usia antara 25-32 Thn. Setelah aku mempelajari data dan situasi. maka aku tertarik pada istri tetanggaku yang cantik,putih dan sexy. Ia benama Zara. Usianya baru 25 Thn dan belum mempunyai anak. suami Zara seorang pengusaha kayu. Jarak usia Zara dan suaminya terpaut 13 Thn. Karena suaminya sering ke kalimatan, maka Zara sering ditinggal. Dalam 1 Bln. suaminya paling hanya 2-2,5 minggu ada di rumah. dengan semangat 45 aku mengatur berbagai strategi agar aku harus mendapatkan / meniduri Zara istri tetanggaku. tepatnya akhir bulan Maret lalu. Seperti biasa aku sengaja datang sendiri ke rumah Zara untuk menagih iuran keamanan dan kebersihan. waktu menunjukan PK. 18.00 WIB. Aku mengetok pintu rumah Zara. setelah beberapa saat, pintu dibuka. Dan ternyata yang membukakan pintu zara sendiri. Eh, pak RT.! maaf lama membukakan pintunya. karena pembantuku tidur dia sedang sakit katanya. ada apa nih pak ? kok repot2 datang kesini sendiri ? (kata Zara) sambil membukakan pintu. ayo masuk pak !! Nggak cuma mau menarik iuran kamsih aja kok.! Suami sedang di kalimantan, tanyaku. Iya nih mungkin lusa dia baru balik katanya. Eh pak kita ngobrol di ruang tengah aja ya karena ACdi ruang tamu sedang rusak / tdk dingin ajak si Zara! Oya nggak apa2. sambil aku duduk di sofa ruang keluarga. Zarah menggunakan daster yang transparan saat itu. sehingga BH dan Cd nya yang berwarna hitam terlihat transparan aleh terangnya lampu ruang keluarga. aku jadi tidak konsentrasi saat itu.melihat paha yang putih mulus tepat didepan mataku. kusodorkan kartu iuran agar di tanda tangani, ah saat itu Zara membungkuk dan terlihat jelas buah dadanya yang putih dan bulat dari balik dasternya. Singkat cerita kami ngobrol kesana kemari dan waktu sudah menunjukan Pk.18.45. yang ada dalam pikiranku saat itu bagaimana aku bisa mencumbu dan melumat buah dada Zara yang 36B itu. Pembicaraan semakin akrab, sampai mengarah pada masalah pribadi. Oya pak aku ambilkan dulu uang iurannya di kamar. sambil menanyakan bapak mau minum apa.? ambil aja sendiri di kulkas ! maklum pak pembantu sakit. setelah Zara masuk kekamar. Pikiran kotorku semakin menjadi jadi. aku berdiri dan nekad membuka pintu kamar Zara yang ternyata tidak dikunci. Ternyata zara masih di kamar mandi. Kututup pintu kamar dari dalam. Dan setelah itu kulepas baju dan celana panjangku. Aku tinggal memakai CD. Beberapa detik kemudian Zara keluar dari kamar mandi hanya mengenakan BH hitam saja. Zara kaget melihat aku masuk ke kamar dan tidak mengenakan busana. Secepatnya aku langsung mendorng tubuh sarah ke ranjang. Dan langsung tubuhku menindihnya. Jangan pak, jangan pak. sadar pak katanya sambil memberontak. tanpa banyak bicara langsung ku cumbui Zara. bibirnya yang mungil langsung ku lumat. sekitar 4 menit kemudian. zarah ulai pasrah dan mulai menikmati cumbuanku. Setelah lelah Zarah meronta – ronta dan memohon untuk jangan aku mencumbuinya… Akhirnya perlahan dia mulai merasakan cumbuanku. kuciumi leher dan belakang telinga zarah yang wangi. terus.. dan terus… perlahan ciumanku turun kebawah.. akhrinya sampailah aku pada buah dada Zarah yang masih tertutup oleh BH Triumph 36 B. Tanganku kiri terus meremas payudara Zara yang putih,montok dan tertutup BH hitam , sedang tangan kananku menyusup dibawah punggung Zara untuk mencari dan membuka tali pengikat BH Zara. Hups !! Kutemukan pengkait BH tersebut dan kubuka pengkaitnya. Dengan posisi Zarah yang masih tertindih dibawahku. kukepas BH nya kedepan. Jangan Jim.! jangan !! aku sudah punya suami kata Zarah. Zarah tidak lagi memanggilku dengan sebutan pak lagi, tapi dia langsung memanggil namaku jimmy. tentunya dengan suara yang terasa manja dan sedikit mendesah. BH Zara sudah terbuka…! OH Mr. P ku kontan semakin mengeras …. Tatkala kulihat buah dada Zarah yang montok, bulat dengan punting kecil berwarna pink yang mancung keatas. Langsung kusedot, dan ku permainkan punting Kecil Zarah yang mancung dengan lidahku dan gigitan mesraku. secara bergantian yang kanan dan yang kiri. Sambil tangan kananku terus membelai lembut vagina Zara yang ditumbuhi bulu2 jembi yang halus. bibir Vagina zara cukup tebal sehingga jari jemari tangan kamanku semakin napsu untuk mempermainkannya. Setelah aku berhasil mencumbu payudara Zara dan tanganku aktif membelai dan menggosok Vaginanya. Zarah mulai menimati permainanku. terbukti dengan desahan desahan zara yang terdengan lirih di telingaku. Cumbuanku terus ke bawah, melewati pusar dan terus 2. akhirnya sampailah bibirku pada Vagina atau bagian paling sensitif dari zara. kucium bibir Vagina zara yang sdh mulai membasah. OH.. vagina yang yang harum.! sangat berbeda dengan vagina istriku. kupermainkan bibir vagina zara dengan bibir dan lidahku.. sekali kali kusedot sedot bibir vaginanya. kenapa ini ku sebut bagian sensitif dari Zara, karena saat ku cumbu Vaginanya desahan Zara tidak terdengar lirih lagi, Tapi semakin keras terdengar. dengan posisi kaki kanan dan kiri zara menggelinjang kegelian. Ah.. ah terus Jim enak.!!! Setelah itu Zarah mulai terangsang hebat. terbukti dengan dia menarik kepalaku ke atas dan dia menciumiku dengan ganasnya. sambil gantian tangan kanan Zarah memegani dan meremas remas MR P ku. yang semakin tegang. Kutarik tubuh Zara ke tepi ranjang, kurebahkan tubuhnya. sambil posisi berdiri kuantat sedikit pantat Zarah agar aku mudah mengarahkan penisku ke Vaginanya. tanpa basa basi kutancapkan penisku ke vagina zara yang masih sempit itu. AHH..!!!! teriak zarah dengan mata yang terbelalak. penisku terus keluar masuk menghujani Vagina zarah yang semakin kian membasah, sambil sekali kali ku goyang goyangkan pantatku kekiri dan kekanan. OH.oh… Jim terus 2 enak sekali katanya. permainanku dengan Zarah terus berjalan. dan berakhir setelah kutari penisku dan ku muntahkan cairan spermaku ke perut Zarah.. Aku terbaring lemas disamping tubuh Zarah yang basah dengan keringat dan tumpahan air maniku. Jim, kamu hebat kata zarah padaku. Aku membalasnya dengan menjawab kamu juga hebat. beda dengan istriku. Kamu tidak hanya Cantik, putih dan Sexy tapi juga menggemaskan dan menggairahkan dalam bercinta kataku. Ah bisa aja kamu kata Zara padaku. Terus terang kata Zara. Semenjak 1,5 Th aku menikah dengan Joko suamiku. aku belum pernah merasakan nikmat dan klimax seperti saat ini. apa karena si Joko tubuhnya kegemukan dan kecapaian ? sehingga Suamiku malas untukmencumbui ku bila kita mau berhubungan. Dia selalu menonton film Blue sebagai pemanasan sebelum berhubungan denganku. setelah dia terangsang, dia langsung main tancap aja tanpa memperhatikanku dan mencumbuku terlebih dahulu. aku terasa seperti pelacur yang tidak berhak untuk mendapatkan kenikmatan yang seimbang dalam bercinta. Meskipun secara materi aku terpenuhi. Tapi kita sudah berdosa Jim, menghianati pasangan kita masing2 kata zara. kasihan juga istrimu. Aku menjawab sama, aku jg tdk bahagia nikah dengan istriku. istriku gendut dan tidak se sexy kamu. Kita bekomitmen bahwa hubungan ini hanya kita berdua yang tahu. Setelah itu aku memakai bajuku dan pulang ke rumah dengan tubuh yang segar. Kalau aku nggak buru2 pulang nanti bisa ketahuan tetangga yang lain karena waktu sudah menujukan jam 20.40 WIB. Nggak lucu kalau Aku ketahuan warga sebagai ketua RT.13 lama lama di Rumah Zara. demikian kisah nyata diriku yang kubagikan ke sahabat2 saranku Jangan meniru kelakuanku diatas.